7 HAL YANG WAJIB DIKUASAI PENDAKI DAN PECINTA ALAM TENTANG NAVIGASI DARAT
Assalamu alaikum, Rimbawan...!
Nah Ketemu lagi kita di Bantaeng Forest Center Menuju Paru-paru Dunia...
Materi Kali ini Soal NAVIGASI DARAT !!!
Apa sih navigasi darat itu?
Kenapa sih para petualang wajib ngerti navigasi darat?
Emang ada aturannya ya pendaki mesti tau navigasi darat?
Kalo gak ngerti navigasi darat, kagak boleh mendaki gunung ya?
Kok ribet sih?
Eiitttsss..... tunggu dulu.... sabar.... slow men...
Dunia petualang memang sebuah dunia yang menyenangkan sekaligus ngangenin. Banyak suasana yang bisa mengobrak-abrik rasa pendaki mulai dari perasaan senang sampe sedih, dari perasaan kagum hingga nyebelin, dari perasaan benci yang tiba-tiba berubah jadi benih cinta yang kagak bisa bikin tidur nyenyak, apalagi semua itu dilakukan bareng sahabat-sahabat kita... rasanya puncak gunung ini hanya milik tim kita aja... hehehe...
Tapi tau gak, banyak para pendaki pemula yang taunya Cuma naik gunung tanpa ada perencanaan matang. Faktanya, tidak sedikit dari mereka yang sampe nyasar entah kemana. Pas ditanya kenapa bisa terjadi demikian, jawabannya hampir senada “gak tau, gua juga heran, tau-taunya udah nyasar aja ga tau arah”. Makanya bro, paling tidak sebelum memutuskan melakukan perjalanan ada salah satu dari anggota tim yang paham soal 7 Hal Yang Wajib Dikuasai Pendaki Dan Pecinta Alam Tentang Navigasi Darat.
Sebagai seorang pendaki, petualang atau penjelajah yang sering melakukan perjalanan ke alam bebas, pengetahuan tentang medan merupakan sebuah modal yang WAJIB dimiliki. Pengetahuan penguasaan medan akan mempermudah kita untuk mencapai tujuan tertentu dan target tertentu dalam kegiatan alam bebas. Disamping itu, ilmu medan ini juga dapat berguna dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Untuk pelaksanaan tugas SAR, evakuasi, dan lain-lain. Pengetahuan tentang medan ini antara lain meliputi survival, teknik hidup di alam bebas, dan navigasi darat. Selain dari itu mungkin ada bebarapa materi pendukung seperti perencanaan perjalanan, kesehatan perjalanan, komunikasi lapangan, pengetahuan geologi, pengetahuan lingkungan,
Makanan Apa Sih Navigasi Darat Itu?
Upss... Navigasi darat itu bukan makanan ya bro. Navigasi darat adalah ilmu penentuan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya maupun pada peta. Makanya, pemahaman soal kompas (arah mata angin) dan peta serta cara penggunaannya mutlak harus dikuasai.
Lalu apa saja yang harus dipahami dalam ilmu dasar navigasi darat?
1. PETA
Peta merupakan penggambaran dua dimensi pada bidang datar dari sebagian atau seluruh permukaan bumi yang dilihat dari atas, dan diperkecil atau diperbesar dengan perbandingan tertentu. Peta yang diperlukan untuk keperluan navigasi darat adalah peta topografi atau peta kontur. Peta topografi memetakan tempat-tempat di permukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis-garis kontur, dengan satu garis kontur mewakili satu ketinggian.
Peta memiliki bagian bagian yang harus dipahami oleh setiap pengguna peta, diantaranya :
• Judul Peta
• Koordinat Peta
Umumnya koordinat peta dinyatakan dalam satuan derajat atau dengan satuan metrik.
• Kontur
Merupakan garis khayal yang menghubungkan titik-titik ketinggian sama dari permukaan laut.
• Skala Peta
Merupakan perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak horizontal di lapangan.
• Tahun Peta
Ini penting, hindari penggunaan peta yang sudah basi (tidak up to date), gunakan peta dengan tahun pembuatan terkini.
• Legenda Peta
Memuat keterangan-keterangan pada peta. Misalnya jalan, sungai, pemukiman, dll.
• Orientasi Peta
Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (atau dengan kata lain menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya).
2. RESECTION
Prinsip resection adalah menentukan posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dalam peta dan dapat dibidik pada medan sebenarnya (untuk latihan resection biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebun teh misalnya, agar tanda medan yang ekstrim terlihat dengan jelas).
Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua, tapi posisinya sudah pasti.
Langkah-langkah melakukan resection:
• Lakukan orientasi peta
• Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal 2 buah
• Dengan busur dan penggaris, buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut (untuk alat tulis paling ideal menggunakan pensil mekanik-B2).
• Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik. Kompas orienteering dapat digunakan, namun kurang akurat.
• Pindahkan sudut back azimuth bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan.
• Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita dipeta.
3. INTERSECTION
Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan tetapi sukar untuk dicapai atau tidak diketahui posisinya di peta. Syaratnya, sebelum intersection kita sudah harus yakin terlebih dahulu posisi kita dipeta. Biasanya sebelum intersection, kita sudah melakukan resection terlebih dahulu.
Langkah-langkah melakukan intersection adalah:
• Lakukan orientasi peta
• Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta.
• Bidik obyek yang kita amati
• Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta
• Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. Lakukan langkah 1-3
• Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.
4. MERENCANAKAN JALUR LINTASAN
Dalam navigasi darat tingkat lanjut, kita diharapkan dapat menyusun perencanaan jalur lintasan dalam sebuah medan perjalanan. Sebagai contoh anda misalnya ingin pergi ke suatu gunung, tapi dengan menggunakan jalur sendiri.
Penyusunan jalur ini dibutuhkan kepekaan yang tinggi, dalam menafsirkan sebuah peta topografi, mengumpulkan data dan informasi dan mengolahnya sehingga anda dapat menyusun sebuah perencanaan perjalanan yang matang. Dalam proses perjalanan secara keseluruhan, mulai dari transportasi sampai pembiayaan, disini kita akan membahas khusus tentang perencanaan pembuatan medan lintasan. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum anda memplot jalur lintasan.
Pertama, anda harus membekali dulu kemampuan untuk membaca peta, kemampuan untuk menafsirkan tanda-tanda medan yang tertera di peta, dan kemampuan dasar navigasi darat lain seperti resection, intersection, azimuth back azimuth, pengetahuan tentang peta kompas, dan sebagainya, minimal sebagaimana yang tercantum dalam bagian sebelum ini.
Kedua, selain informasi yang tertera dipeta, akan lebih membantu dalam perencanaan jika anda punya informasi tambahan lain tentang medan lintasan yang akan anda plot. Misalnya keterangan rekan yang pernah melewati medan tersebut, kondisi medan, vegetasi dan airnya. Semakin banyak informasi awal yang anda dapat, semakin matang rencana anda.
Tentang jalurnya sendiri, ada beberapa macam jalur lintasan yang akan kita buat. Pertama adalah tipe garis lurus, yakni jalur lintasan berupa garis yang ditarik lurus antara titik awal dan titik akhir. Kedua, tipe garis lurus dengan titik belok, yakni jalur lintasan masih berupa garis lurus, tapi lebih fleksibel karena pada titik-titik tertentu kita berbelok dengan menyesuaian kondisi medan. Yang ketiga dengan guide/patokan tanda medan tertentu, misalnya guide punggungan/guide lembahan/guide sungai. Jalur ini lebih fleksibel karena tidak lurus benar, tapi menyesuaikan kondisi medan, dengan tetap berpatokan tanda medan tertentu sebagai petokan pergerakannya.
Untuk membuat jalur lintasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
a. Usahakan titik awal dan titik akhir adalah tanda medan yang ekstrim, dan memungkinkan untuk resection dari titik-titik tersebut.
b. Titik awal harus mudah dicapai/gampang aksesnya
c. Disepanjang jalur lintasan harus ada tanda medan yang memadai untuk dijadikan sebagai patokan, sehingga dalam perjalanan nanti anda dapat menentukan posisi anda di peta sesering mungkin.
d. Dalam menentukan jalur lintasan, perhatikan kebutuhan air, kecepatan pergerakan vegetasi yang berada dijalur lintasan, serta kondisi medan lintasan. Anda harus bisa memperkirakan hari ke berapa akan menemukan air, hari ke berapa medannya berupa tanjakan terjal dan sebagainya.
e. Mengingat banyaknya faktor yang perlu diperhatikan, usahakan untuk selalu berdiskusi dengan regu atau dengan orang yang sudah pernah melewati jalur tersebut sehingga resiko bisa diminimalkan.
5. KOMPAS
Merupakan penunjuk arah mata angin dengan ketentuan sudut derajat dari arah utara magnetis bumi. Kompas yang biasa digunakan untuk keperluan navigasi darat adalah kompas bidik dan kompas orienteering.
6. MENGENAL TANDA MEDAN
Kemampuan mengenal tanda medan sangatlah mutlak untuk dikuasai jika kita hendak melakukan navigasi darat. Tanda-tanda medan dapat dijadikan acuan untuk penentuan lokasi dan pengenalan medan supaya arah perjalanan tidak melenceng hingga terjadi hal-hal buruk seperti tersesat. Tanda-tanda medan dapat dikenali dari bentang alam yang ada di sekitar, misalnya punggungan, puncak bukit, jalan setapak, jalan raya, sungai, tebing, muara, delta, anak sungai, pemukiman, daerah tertentu,
7. GPS
Global Positioning System (GPS) adalah satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi dengan baik. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS anatara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India.
Karena alat navigasi ini bergantung penuh pada satelit, maka sinyal satelit menjadi sangat penting. Alat navigasi berbasis satelit ini tidak dapat bekerja maksimal ketika ada gangguan pada sinyal satelit.
Serius amat bacanya bro? Ini Cuma sekedar 7 Hal Yang Wajib Dikuasai Pendaki Dan Pecinta Alam Tentang Navigasi Darat, jadi yang wajib aja dulu buat bekal memulai perjalanan lintas alam dari puncak ke puncak biar lebih seru dan menantang. Sebenarnya masih banyak yang perlu kita ketahui sebagai ilmu tambahan dari poin yang telah kami uraikan di atas. Tapi kalo Cuma untuk sekedar melintas dan biar gak nyasar ke mana-mana, poin tadi udah lebih dari cukup, asal ngerti kompas dan bisa baca peta, jadi deh kita naik gunung.
Kalo mau lebih seru lagi ada banyak tuh aplikasi peta yang bisa kalian donlot ke hape android kalian, atau silakan baca 7 Aplikasi GPS android terbaik buat para pendaki dan petualang di artikel kami selanjutnya hanya di Bantaeng Forest Center Menuju Paru Paru Dunia.
Udah dulu ya bro artikel 7 Hal Yang Wajib Dikuasai Pendaki Dan Pecinta Alam Tentang Navigasi Darat kali ini. Semoga bermanfaat dan Salam Lestari!.
Assalamu alaikum, Rimbawan...!
Nah Ketemu lagi kita di Bantaeng Forest Center Menuju Paru-paru Dunia...
Materi Kali ini Soal NAVIGASI DARAT !!!
Apa sih navigasi darat itu?
Kenapa sih para petualang wajib ngerti navigasi darat?
Emang ada aturannya ya pendaki mesti tau navigasi darat?
Kalo gak ngerti navigasi darat, kagak boleh mendaki gunung ya?
Kok ribet sih?
Eiitttsss..... tunggu dulu.... sabar.... slow men...
Dunia petualang memang sebuah dunia yang menyenangkan sekaligus ngangenin. Banyak suasana yang bisa mengobrak-abrik rasa pendaki mulai dari perasaan senang sampe sedih, dari perasaan kagum hingga nyebelin, dari perasaan benci yang tiba-tiba berubah jadi benih cinta yang kagak bisa bikin tidur nyenyak, apalagi semua itu dilakukan bareng sahabat-sahabat kita... rasanya puncak gunung ini hanya milik tim kita aja... hehehe...
Tapi tau gak, banyak para pendaki pemula yang taunya Cuma naik gunung tanpa ada perencanaan matang. Faktanya, tidak sedikit dari mereka yang sampe nyasar entah kemana. Pas ditanya kenapa bisa terjadi demikian, jawabannya hampir senada “gak tau, gua juga heran, tau-taunya udah nyasar aja ga tau arah”. Makanya bro, paling tidak sebelum memutuskan melakukan perjalanan ada salah satu dari anggota tim yang paham soal 7 Hal Yang Wajib Dikuasai Pendaki Dan Pecinta Alam Tentang Navigasi Darat.
Sebagai seorang pendaki, petualang atau penjelajah yang sering melakukan perjalanan ke alam bebas, pengetahuan tentang medan merupakan sebuah modal yang WAJIB dimiliki. Pengetahuan penguasaan medan akan mempermudah kita untuk mencapai tujuan tertentu dan target tertentu dalam kegiatan alam bebas. Disamping itu, ilmu medan ini juga dapat berguna dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Untuk pelaksanaan tugas SAR, evakuasi, dan lain-lain. Pengetahuan tentang medan ini antara lain meliputi survival, teknik hidup di alam bebas, dan navigasi darat. Selain dari itu mungkin ada bebarapa materi pendukung seperti perencanaan perjalanan, kesehatan perjalanan, komunikasi lapangan, pengetahuan geologi, pengetahuan lingkungan,
Makanan Apa Sih Navigasi Darat Itu?
Upss... Navigasi darat itu bukan makanan ya bro. Navigasi darat adalah ilmu penentuan posisi dan arah perjalanan baik di medan sebenarnya maupun pada peta. Makanya, pemahaman soal kompas (arah mata angin) dan peta serta cara penggunaannya mutlak harus dikuasai.
Lalu apa saja yang harus dipahami dalam ilmu dasar navigasi darat?
1. PETA
Peta merupakan penggambaran dua dimensi pada bidang datar dari sebagian atau seluruh permukaan bumi yang dilihat dari atas, dan diperkecil atau diperbesar dengan perbandingan tertentu. Peta yang diperlukan untuk keperluan navigasi darat adalah peta topografi atau peta kontur. Peta topografi memetakan tempat-tempat di permukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis-garis kontur, dengan satu garis kontur mewakili satu ketinggian.
Peta memiliki bagian bagian yang harus dipahami oleh setiap pengguna peta, diantaranya :
• Judul Peta
• Koordinat Peta
Umumnya koordinat peta dinyatakan dalam satuan derajat atau dengan satuan metrik.
• Kontur
Merupakan garis khayal yang menghubungkan titik-titik ketinggian sama dari permukaan laut.
• Skala Peta
Merupakan perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak horizontal di lapangan.
• Tahun Peta
Ini penting, hindari penggunaan peta yang sudah basi (tidak up to date), gunakan peta dengan tahun pembuatan terkini.
• Legenda Peta
Memuat keterangan-keterangan pada peta. Misalnya jalan, sungai, pemukiman, dll.
• Orientasi Peta
Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya (atau dengan kata lain menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya).
2. RESECTION
Prinsip resection adalah menentukan posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dalam peta dan dapat dibidik pada medan sebenarnya (untuk latihan resection biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebun teh misalnya, agar tanda medan yang ekstrim terlihat dengan jelas).
Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua, tapi posisinya sudah pasti.
Langkah-langkah melakukan resection:
• Lakukan orientasi peta
• Cari tanda medan yang mudah dikenali di lapangan dan di peta, minimal 2 buah
• Dengan busur dan penggaris, buat salib sumbu pada tanda-tanda medan tersebut (untuk alat tulis paling ideal menggunakan pensil mekanik-B2).
• Bidik tanda-tanda medan tersebut dari posisi kita dengan menggunakan kompas bidik. Kompas orienteering dapat digunakan, namun kurang akurat.
• Pindahkan sudut back azimuth bidikan yang didapat ke peta dan hitung sudut pelurusnya. Lakukan ini pada setiap tanda medan yang dijadikan sebagai titik acuan.
• Perpotongan garis yang ditarik dari sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita dipeta.
3. INTERSECTION
Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan tetapi sukar untuk dicapai atau tidak diketahui posisinya di peta. Syaratnya, sebelum intersection kita sudah harus yakin terlebih dahulu posisi kita dipeta. Biasanya sebelum intersection, kita sudah melakukan resection terlebih dahulu.
Langkah-langkah melakukan intersection adalah:
• Lakukan orientasi peta
• Lakukan resection untuk memastikan posisi kita di peta.
• Bidik obyek yang kita amati
• Pindahkan sudut yang didapat ke dalam peta
• Bergerak ke posisi lain dan pastikan posisi tersebut di peta. Lakukan langkah 1-3
• Perpotongan garis perpanjangan dari dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.
4. MERENCANAKAN JALUR LINTASAN
Dalam navigasi darat tingkat lanjut, kita diharapkan dapat menyusun perencanaan jalur lintasan dalam sebuah medan perjalanan. Sebagai contoh anda misalnya ingin pergi ke suatu gunung, tapi dengan menggunakan jalur sendiri.
Penyusunan jalur ini dibutuhkan kepekaan yang tinggi, dalam menafsirkan sebuah peta topografi, mengumpulkan data dan informasi dan mengolahnya sehingga anda dapat menyusun sebuah perencanaan perjalanan yang matang. Dalam proses perjalanan secara keseluruhan, mulai dari transportasi sampai pembiayaan, disini kita akan membahas khusus tentang perencanaan pembuatan medan lintasan. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum anda memplot jalur lintasan.
Pertama, anda harus membekali dulu kemampuan untuk membaca peta, kemampuan untuk menafsirkan tanda-tanda medan yang tertera di peta, dan kemampuan dasar navigasi darat lain seperti resection, intersection, azimuth back azimuth, pengetahuan tentang peta kompas, dan sebagainya, minimal sebagaimana yang tercantum dalam bagian sebelum ini.
Kedua, selain informasi yang tertera dipeta, akan lebih membantu dalam perencanaan jika anda punya informasi tambahan lain tentang medan lintasan yang akan anda plot. Misalnya keterangan rekan yang pernah melewati medan tersebut, kondisi medan, vegetasi dan airnya. Semakin banyak informasi awal yang anda dapat, semakin matang rencana anda.
Tentang jalurnya sendiri, ada beberapa macam jalur lintasan yang akan kita buat. Pertama adalah tipe garis lurus, yakni jalur lintasan berupa garis yang ditarik lurus antara titik awal dan titik akhir. Kedua, tipe garis lurus dengan titik belok, yakni jalur lintasan masih berupa garis lurus, tapi lebih fleksibel karena pada titik-titik tertentu kita berbelok dengan menyesuaian kondisi medan. Yang ketiga dengan guide/patokan tanda medan tertentu, misalnya guide punggungan/guide lembahan/guide sungai. Jalur ini lebih fleksibel karena tidak lurus benar, tapi menyesuaikan kondisi medan, dengan tetap berpatokan tanda medan tertentu sebagai petokan pergerakannya.
Untuk membuat jalur lintasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :
a. Usahakan titik awal dan titik akhir adalah tanda medan yang ekstrim, dan memungkinkan untuk resection dari titik-titik tersebut.
b. Titik awal harus mudah dicapai/gampang aksesnya
c. Disepanjang jalur lintasan harus ada tanda medan yang memadai untuk dijadikan sebagai patokan, sehingga dalam perjalanan nanti anda dapat menentukan posisi anda di peta sesering mungkin.
d. Dalam menentukan jalur lintasan, perhatikan kebutuhan air, kecepatan pergerakan vegetasi yang berada dijalur lintasan, serta kondisi medan lintasan. Anda harus bisa memperkirakan hari ke berapa akan menemukan air, hari ke berapa medannya berupa tanjakan terjal dan sebagainya.
e. Mengingat banyaknya faktor yang perlu diperhatikan, usahakan untuk selalu berdiskusi dengan regu atau dengan orang yang sudah pernah melewati jalur tersebut sehingga resiko bisa diminimalkan.
5. KOMPAS
Merupakan penunjuk arah mata angin dengan ketentuan sudut derajat dari arah utara magnetis bumi. Kompas yang biasa digunakan untuk keperluan navigasi darat adalah kompas bidik dan kompas orienteering.
6. MENGENAL TANDA MEDAN
Kemampuan mengenal tanda medan sangatlah mutlak untuk dikuasai jika kita hendak melakukan navigasi darat. Tanda-tanda medan dapat dijadikan acuan untuk penentuan lokasi dan pengenalan medan supaya arah perjalanan tidak melenceng hingga terjadi hal-hal buruk seperti tersesat. Tanda-tanda medan dapat dikenali dari bentang alam yang ada di sekitar, misalnya punggungan, puncak bukit, jalan setapak, jalan raya, sungai, tebing, muara, delta, anak sungai, pemukiman, daerah tertentu,
7. GPS
Global Positioning System (GPS) adalah satu-satunya sistem navigasi satelit yang berfungsi dengan baik. Sistem ini menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke Bumi. Sinyal ini diterima oleh alat penerima di permukaan, dan digunakan untuk menentukan posisi, kecepatan, arah, dan waktu. Sistem yang serupa dengan GPS anatara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India.
Karena alat navigasi ini bergantung penuh pada satelit, maka sinyal satelit menjadi sangat penting. Alat navigasi berbasis satelit ini tidak dapat bekerja maksimal ketika ada gangguan pada sinyal satelit.
Serius amat bacanya bro? Ini Cuma sekedar 7 Hal Yang Wajib Dikuasai Pendaki Dan Pecinta Alam Tentang Navigasi Darat, jadi yang wajib aja dulu buat bekal memulai perjalanan lintas alam dari puncak ke puncak biar lebih seru dan menantang. Sebenarnya masih banyak yang perlu kita ketahui sebagai ilmu tambahan dari poin yang telah kami uraikan di atas. Tapi kalo Cuma untuk sekedar melintas dan biar gak nyasar ke mana-mana, poin tadi udah lebih dari cukup, asal ngerti kompas dan bisa baca peta, jadi deh kita naik gunung.
Kalo mau lebih seru lagi ada banyak tuh aplikasi peta yang bisa kalian donlot ke hape android kalian, atau silakan baca 7 Aplikasi GPS android terbaik buat para pendaki dan petualang di artikel kami selanjutnya hanya di Bantaeng Forest Center Menuju Paru Paru Dunia.
Udah dulu ya bro artikel 7 Hal Yang Wajib Dikuasai Pendaki Dan Pecinta Alam Tentang Navigasi Darat kali ini. Semoga bermanfaat dan Salam Lestari!.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar